LAPORAN PLPG KEMAJUAN BELAJAR MANDIRI KEDUA
LAPORAN PLPG KEMAJUAN BELAJAR MANDIRI KEDUA SENI BUDAYA

By Masri 18 Sep 2017, 19:28:36 WIB PLPG
LAPORAN PLPG KEMAJUAN BELAJAR MANDIRI KEDUA

Keterangan Gambar : LAPORAN PLPG


  1. Ringkasan materi (sepertiga pertama dari keseluruhan materi pada sumber belajar bidang studi)

BAB I

Manfaat Pembelajaran Seni Budaya di Sekolah

Menurut para ahli, pendidikan seni diberikan di sekolah mengandung makna fungsi yang beragam. Fungsi pendidikan seni yang dimaksud antara lain: dapat meningkatkan daya kreativitas anak (Dewey, Read, dan Ross) dapat membantu pertumbuhan mental dan kreativitas anak didik (Lowenfeld), dapat menghaluskan perasaan (Ki Hadjar Dewantara),  dapat membantu mengembangkan kepekaan

Pendidikan seni termasuk pendidikan estetika yang sangat bermanfaat bagi peserta didik (Djelantik, 2001).

Manfaatnya antara lain:

1. Sebagai sarana memperdalam pengertian tentang rasa indah pada umumnya dan tentang kesenian pada khususnya;

2. Memperluas pengetahuan dan menyempurnakan pengertian tentang unsur-unsur obyektif  yang membangkitkan rasa indah pada manusia dan faktor-faktor obyektif  yang berpengaruh pada pembangkitan rasa indah;

3. Memperluas pengetahuan dan menyempurnakan pengertian tentang unsur-unsur subyektif  yang berpengaruh atas kemampuan manusia menikmati keindahan;

4. Memperkokoh rasa cinta terhadap kesenian dan kebudayaan bangsa pada umumnya serta mempertajam kemampuan untuk mengapresiasi kesenia dan kebudayaan bangsa lain dan dengan demikian mempererat hubungan antar bangsa;

5. Memupuk kehalusan rasa dalam manusia pada umumnya;

6. Memperdalam pengertian keterkaitan wijud berkesian dengan tata kehidupan, kebudayaan dan perekonomian masyarakat yang bersangkutan;

7. Memantapkan kemampuan penilaian karya seni dan dengan jalan itu secara tidak langsung mengembangkan apresiasi seni di dalam masyarakat pada umumnya;

8. Memantapkan kedewasaan atas pengaruh-pengaruh yang negatif yang dapat merusak mutu kesenian dan berbahaya terhadap kelestarian aspek-aspek dan nilai-nilai tertentu dari kebudayaan kita; 

9. Secara tidak langsung dengan bobot yang baik yang dibawakan kesenian, dapat memperkokoh masyarakat dalam keyakinan akan kesusilaan, moralitas, perikemanusiaan dan ketuhanan;

10. Melatih diri berdisiplin dalam cara berpikir dan mengatur pemikiran secara sistematis, membangkitkan potensi untuk berfalsafah yang akan member kemudahan dalam menghadapi segala permasalahan, memberi wawasan yang luas dan bekal bagi kehidupan spiritual dan psikologis kita.

Karakteristik Pembelajaran Seni Budaya di Sekolah

Karakteristik pembelajaran Seni Budaya di sekolah Umum misalnya SMA antara lain dapat dikaji dari Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional  Pendidikan pasal 6 ayat (1).

Dalam PP tersebut disebutkan bahwa mata pelajaran Kesenian untuk level SMA diganti dengan sebutan mata pelajaran “Seni Budaya” masuk dalam kelompok mata pelajaran estetika.  Kurikulum 2013 masih dalam sebutan yang sama yaitu “Seni Budaya”.

Muatan seni budaya tidak hanya terdapat dalam satu mata pelajaran karena budaya itu sendiri meliputi segala aspek kehidupan. Dalam mata pelajaran Seni Budaya, aspek budaya tidak dibahas secara tersendiri tetapi terintegrasi dengan seni.  Karena itu, mata pelajaran

Seni Budaya pada dasarnya merupakan pendidikan seni yang berbasis budaya.

Sebagai kelompok mata pelajaran estetika, mata pelajaran Seni Budaya dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni.

Kemampuan tersebut mencakup apresiasi dan ekspresi, baik dalam kehidupan individual sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup, maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis.

Pendidikan Seni Budaya diberikan di sekolah karena keunikan, kebermaknaan, dan kebermanfaatan terhadap kebutuhan perkembangan peserta didik, yang terletak pada pemberian pengalaman estetik dalam bentuk kegiatan berekspresi/berkreasi dan berapresiasi  melalui pendekatan: “belajar dengan seni,” “belajar melalui seni” dan “belajar tentang seni.” Peran ini tidak dapat diberikan oleh mata pelajaran lain

Karakteristik  dan Potensi Peserta Didik dalam Pembelajaran Seni Budaya.

Sebagai seorang guru, sangat perlu memahami perkembangan peserta didik. Perkembangan peserta didik tersebut meliputi fisik, moral, spiritual, siosial, kultural, emosional, dan Intelektual.  Perkembangan fisik dan perkembangan sosio emosional, bermuara  pada  perkembangan intelektual.  Perkembangan fisik dan  perkembangan  sosio  sosial  mempunyai kontribusi yang kuat terhadap perkembangan intelektual atau perkembangan mental atau perkembangan kognitif siswa. Perkembangan perkembangan  tersebut akan selalu berkaitan satu dengan lainnya.  Pemahaman terhadap perkembangan peserta didik di atas, sangat diperlukan  untuk merancang pembelajaran yang kondusif yang akan dilaksanakan oleh guru di lapangan. Rancangan pembelajaran yang kondusif akan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa sehingga mampu meningkatkan proses dan hasil pembelajaran yang diinginkan. Semua itu dimaksudkaan untuk memicu seluruh potensi yang dimiliki oleh peserta didik. Perkembangan fisik selama remaja dimulai dari masa pubertas.

Pada masa ini terjadi perubahan fisiologis yang mengubah manusia yang belum mampu bereproduksi menjadi mampu berreproduksi. Hampir setiap organ atau sistem tubuh dipengaruhi oleh perubahan perubahan ini. Anak pubertas awal (prepubertal) dan remaja pubertas akhir (postpubertal) berbeda dalam tampakan luar karena perubahan perubahan dalam tinggi proporsi badan serta perkembangan ciri ciri seks primer dan sekunder.

Karakteristik Anak Usia Remaja

Yang dimaksud remaja di sini adalah anak dengan usia antara 12-21 tahun. Usia ini adalah masa peralihan antara masa kehidupan anak-anak dan masa kehidupan dewasa. Masa remaja sering disebut sebagai masa pencarian jati diri (ego identity).

Masa ini ditandai dengan beberapa karakteristik yang tampak, antara lain : 

1. Menerima keadaan fisik dan mampu menggunakannya secara efektif;

2. Mulai mencari hubungan yang matang dengan teman sebaya;

3. Belajar peran secara sosial sebagai pria atau wanita;

4. Mulai mandiri secara emosional;

5. Mulai mencari dan memilih masa depan sesuai bakat dan kemampuannya;

6. Mulai mengembangkan sikap positif terhadap adanya suatu pernikahan, hidup berkeluarga ataupun masalah anak;

7. Mengembangkan konsep intelektual;

8. Bertanggungjawab secara sosial; serta

9. Mendapatkan nilai-nilai yang berkaitan dengan masalah tingkah laku dan etika pergaulan

BAB II

Prinsip Pengembangan Kurikulum Seni Budaya di Sekolah

Saat ini kurikulum yang dijalankan di lapangan ada dua, yaitu kurikulum 2006 dan kurikulum 2013. Kurikulum menentukan bahwa Standar Kompetensi KTSP 2006, Kompetensi Inti Kurikulum 2013 dan Kompetensi Dasar menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran termasuk model dan pendekatan, serta indikator pencapaian kompetensi maupun penilaiannya. 

Dengan demikian secara umum anda harus ingat bahwa komponen yang saling sinergi dan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain adalah Standar Kompetensi Kurikulum 2006 atau Kompetensi Inti kurikulum 2013, Kompetensi Dasar, Materi Pokok/Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, Indikator, Penilaian, Alokasi Waktu, serta Sumber Belajar. 

Jadi ketika anda mengembangkan materi ajar, anda juga tidak bisa tanpa memperhitungkan komponen yang lainnya. Hubungan sinergi tersebut akan terlihat dengan jelas ketika anda mengembangkan perangkat pembelajaran, yang perlu dilandasi pengertian tentang prinsip pengembangan kurikulum. 

Prinsip pengembangan kurikulum adalah Ilmiah, Relevan, Sistematis, konsisten, memadai, aktual/ kontekstual,  fleksibel dan menyeluruh. Ilmiah,  artinya keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan  dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. Relevan, yang punya pengertian bahwa cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spritual peserta didik.

Sistematis, artinya komponen-komponen silabus  saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi. Konsisten artinya ada hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian. Memadai   Cakupan indikator, materi pokok/ pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar. Aktual dan Kontekstual bertarti cakupan indikator, materi pokok/ pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi.

Fleksibel artinya keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. Menyeluruh artinya komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi kognitif, afektif, psikomotor.   Cobalah anda melihat sylabus yang pernah anda buat. Sudahkah terjalin keterhubungan seperti yang dijelaskan di atas. Misalnya apakah sudah memadai, apakah sudah fleksibel dan seterusnya.

Di awal tahun ajaran,  anda sudah harus dapat memastikan rencana program pembelajaran anda selama 1 tahun.  Coba anda lihat apakah anda menjumpai contoh yang memperlihatkan keterhubungaan dengan prinsip tersebut di atas yang terlihat pada penjabaran kompetensi dasar dalam bidang yang anda ajarkan. Lakukan hal tersebut pada sub bidang studi seni budaya yang akan anda ajarkan.

B. Aplikasi Prinsip Pengembangan Kurikulum pada Pembelajaran Seni Budaya di Sekolah

Pembelajaran Seni Budaya di sekolah perlu diimplementasikan dengan merujuk kompetensi yang meliputi sikap, pengetahuan dan keterampilan yang telah digariskan dalam pengembangan kurikulum. Kompetensi sikap identik dengan pendidikan karakter yang utuh dan menyeluruh yang akan membentuk  pengembangan secara individu maupun kelompok sehingga menjadi pribadi yang mantab dan stabil. Pengembangan pendidikan karakter didasarkan atas tiga matra pendidikan karakter yang menjadi dasar bagi pengembangan pendidikan karakter utuh dan menyeluruh, yaitu :

1) matra individu,

2) matra sosial, dan 3) matra moral.

Ada dua belas pilar utama pengembangan karakter yang dapat dimanfaatkan untuk pencapaian kompetensi sikap dalam pelaksanaan kurikulum seni budaya, yaitu: 

1. Penghargaan terhadap tubuh Penghargaan terhadap tubuh merupakan keutamaan fundamental yang perlu dikembangkan dalam diri setiap orang. Penghargaan terhadap tubuh termasuk di dalamnya kesediaan dan kemampuan individu menjaga dan merawat kesehatan jasmani tiap individu.

2. Transendental

Pengembangan keutamaan transendental, baik itu yang sifatnya religius, keagamaan, maupun yang sublim, seperti kepekaan seni, apresiasi karya-karya manusia yang membangkitkan refleksi serta kemampuan untuk memahami kebesaran yang Illahi merupakan dasar bagi pengembangan pembentukan karakter. Setiap individu dianugerahi kepekaan akan sesuatu yang lembut, halus, yang bekerja secara rohani mendampingi manusia, kepekaan akan sesuatu yang dikodrati.

3. Keunggulan akademik

Keunggulan akademik adalah tujuan dasar sebuah lembaga pendidikan. Keunggulan akademik berbeda dengan sekedar lulus ujian. Keunggulan akademik mencakup di dalamnya, cinta akan ilmu, kemampuan berpikir kritis, teguh pada pendirian, serta mau mengubah pendirian itu setelah memiliki pertimbangan dan argumentasi yang matang

4. Penguasaan diri Penguasaan diri merupakan kemampuan individu untuk menguasai emosi dan perasaannya, serta mau menundukkan seluruh dorongan emosi itu pada tujuan yang benar selaras dengan panduan akal budi.

5.  Keberanian Keberanian merupakan keutamaan yang memungkinkan individu mampu melakukan sesuatu dan merelisasikan apa yang dicita-citakannya.

6.  Cinta kebenaran Cinta akan kebenaran merupakan dasar pembentukan karakter yang baik, bukan sekedar sebagai seorang pembelajar, melainkan juga sebagai manusia.

7. Terampil Memiliki berbagai macam kompetensi dan keterampilan yang dibutuhkan, bagi perkembangan individu maupun dalam kerangka pengembangan profesional menjadi syarat utama pengembangan pendidikan karakter yang utuh.

8.  Demokratis Masyarakat global hidup dalam kebersamaan dengan orang lain. Ada kebutuhan untuk saling membutuhkan, bahu membahu satu sama lain.

9.  Menghargai perbedaan Perbedaan adalah kodrat manusia. Menghargai perbedaan merupakan sikap fundamental yang mesti ditumbuhkan dalam diri individu.

10. Tanggungjawab Tanggungjawab merupakan unsur penting bagi pengembangan pendidikan karakter karena terkait dengan ekspresi kebebasan manusia terhadap dirinya sendiri dan orang lain.

11. Keadilan Bersikap adil, serta mau memperjuangkan keadilan adalah sikap dasar pribadi yang memiliki karakter. Keadilan penting untuk diperjuangkan karena manusia memiliki kecenderungan untuk antisosial. Untuk itulah diperlukan komitmen bersama agar masing-masing individu dihargai.

12. Integritas moral

Integritas moral merupakan sasaran utama pembentukan individu dalam pendidikan karakter. Integritas moral inilah yang menjadikan masing-masing individu dalam masyarakat yang plural mampu bekerjasama memperjuangkan dan merealisasikan apa yang baik, yang luhur, adil dan bermartabat bagi manusia, apapun perbedaan keyakinan yang mereka miliki.

BAB III

A.  Merancang Pembelajaran Seni Budaya

Apakah yang anda lakukan ketika anda akan mengajar dan anda belum mempersiapkan rancangan pembelajaran termasuk bahan pembelajarannya?  Anda pasti akan melihat pada kondisi yang anda hadapi. Anda mengajar kelas berapa, semester berapa, sehingga anda dapat menentukan bahan ajar apa yang harus anda persiapkan. Dalam rangka meningkatkan kualitas pelaksanaan pembelajaran, maka perbaikan dan pengembangan sistem instruksional harus terus menerus   anda lakukan. Kegiatan belajar 3 ini khusus mendalami penguasaan standar kompetensi / kompetensi inti dan kompetensi dasar mata pelajaran seni budaya untuk memilih materi/bahan pembelajaran yang diampu sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik. Agar sistematis maka semua itu dilaksanakan dengan cara mengembangkan rancangan pembelajaran terlebih dahulu.

Diawali dari membaca kurikulum dan memahami isinya, kemudian dibuat perancangan peta konsep materi bidang studi. Mengembangkan materi pembelajaran harus disesuaikan dengan tipe isi bidang studi, dan rancangan wujud materi pembelajaran yang akan digunakan untuk pembelajaran ber KD apresiasi/pengetahuan  maupun  ekspresi/keterampilan.  Langkah  yang  biasa dilakukan guru adalah mengembangkan perangkat pembelajaran yang antara lain menyusun program tahunan, program semester, sylabus dan RPP

B. Pengkajian SK/KI  Dan KD Bidang Studi Seni Budaya

Identifikasi SK/KI dan KD dimaksudkan agar guru lebih mengoperasional kan program kerjanya tanpa harus sesuai dengan urutan yang ada di dalam standar isi. Mengkaji SK/KI dan KD sebagaimana tercantum pada standar isi kurikulum dengan memperhatikan :

a.   Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin atau tingkat kesulitan materi, tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada pada standar isi

b.   Keterkaitan antara SK/KI dan KD dalam mata pelajaran Seni Budaya

c.   Keterkaitan antar KD dalam mata pelajaran Seni Budaya

d.   Keterkaitan antara SK/KI dan KD antar mata pelajaran Seni Budaya

e.   KD yang dapat dicapai peserta didik dalam ketersediaan waktu yang ada.

C. Pembuatan Peta Konsep dan Indikator pencapaian kompetensi

Guru diberi kebebasan dalam memilih bahan pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi dalam kurikulum seni budaya. Akan tetapi semua harus dirancang dalam program tahunan, sehingga nampak peta yang jelas tentang apa yang  akan dilaksanakan. 

Hal  yang perlu dipertimbangkan  ketika  membuat   peta konsep pembelajaran adalah : potensi peserta didik, relevansi dengan karakteristik daerah, tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spritual peserta didik, kebermanfaatan bagi peserta didik, struktur keilmuan, Aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi/bahan pembelajaran, relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan, alokasi waktu.

D. Pengembangan Materi Pembelajaran

Keberhasilan  pembelajaran  secara  keseluruhan  juga  sangat  tergantung pada keberhasilan guru dalam merancang materi pembelajaran.    Materi Pembelajaran  pada  hakekatnya  merupakan  bagian  tak  terpisahkan  dari  Silabus, yakni perencanaan, prediksi dan proyeksi tentang apa yang akan dilakukan pada saat Kegiatan Pembelajaran (KB) berlangsung.

Secara garis besar dapat dikemukakan bahwa Materi pembelajaran (instructional materials) adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai peserta didik dalam rangka memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan.

  1. Materi yang sulit dipahami
    Uraian materi yang sulit dipahami

Sepertinya seluruh materi mudah dipahami, cuma ada sedikit kendala dalam “Pengembangan Rancangan Dan Bahan Pembelajaran Seni Budaya” BAB III

“Materi pembelajaran seni budaya dapat dikembangkan melalui beberapa wujud, seperti Hand Out, LKS, buku/diktat, modul, panduan observasi/perencanaan ekspresi, permainan/simulasi dan materi presentasi…..”

Tulisan singkat untuk menyampaikan materi pembelajaran dalam satu kali pertemuan, berisi pokok-pokok materi pembelajaran yang akan disampaikan dan dibahas dalam pertemuan apakah kita buat dengan gaya bahasa siswa atau guru yang mengajar.. jadi bingung :’(

  1. Materi esensial apa saja yang tidak ada dalam Sumber Belajar
    Uraikan materi yang menurut Anda anggap esensial tetapi tidak dijelaskan dalam bagian ini

Berdasarkan pengamatan sekilas menunjukkan, kualifikasi maupun kompetensi guru seni tari yang ada belum cukup memenuhi standar yang diharapkan. Terdapat semacam gejala bahwa sebagian besar dari mereka masih belum sepenuhnya menjadi pendidik tari profesional, tetapi baru sebatas sebagai “pelatih tari”, materi, konsep, struktur, dan pola pikir keilmuan di bidang seni umumnya, seni tari khusunya, belum mereka kuasai.

Dalam hal kemampuan analisis dan penguasaan pola umum, juga belum dikuasai sepenuhnya. Mereka sekedar mengajarkan repertoar tari bentuk kepada siswa-siswanya dan kurang memberi ruang agar siswa mampu berkreasi maupun mengembangkan imajinasinya secara bebas.  

Bahkan ada yang berijasah diploma maupun sarjana tari, namun tidak memiliki ketrampilan untuk mendemonstrasikan tarian dengan baik.

Pemahaman konsep maupun keilmuan  tari tidak dikuasai  secara  komprehensif, sehingga ketika mengajar kelas teori kurang dapat mengembangkan wawasan, pengetahuan, cara berpikir kritis dan analitis.

  1. Materi apa saja yang tidak esensial namun ada dalam Sumber Belajar
    Uraikan materi yang menurut Anda tidak esensial tetapi dijelaskan dalam bagian ini

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam pencapaian tujuan pendidikan seni tari diperlukan  guru tari yang profesional. Memiliki kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial, sehingga guru tari tidak sekedar alat peraga. Seperti diungkapkan Lansing, untuk menjadi guru seni diperlukan individu/pribadi yang benar-benar mampu, karena mungkin saja guru seni itu adalah satu-satunya seniman yang dijumpai oleh siswa dan orang tuanya.

 

  1. Jawaban Latihan Soal Uraian

 

Soal essay. Tuliskan jawaban anda dalam bentuk uraian singkat, padat dan jelas.

 

      1. Susunlah rencana pengembangan materi pembelajaran untuk satu, dua atau sekaligus tiga tahun. Agar tidak terjadi tumpang tindih dan pengulangan materi pembelajaran dari kelas X sampai XII. Awali dengan pengisian kolom berikut

 

Kelas dan Topik Pebelajaran

Kegiatan Pembelajaran

Apresiatif

Produksi

Jelas x Semester 1

Mengidentifikasi keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan daerah setempat Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan daerah setempat

Merancang karya seni rupa terapan dengan memanfaatkan teknik dan corak daerah setempat Membuat karya seni rupa terapan dengan memanfaatkan teknik dan corak daerah setempat

Kelas x Semester 2

Mengidentifikasi keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan di wilayah Nusantara Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan di wilayah Nusantara

Merancang karya seni rupa terapan dengan memanfaatkan teknik dan corak di wilayah Nusantara Membuat karya seni rupa terapan dengan memanfaatkan teknik dan corak di wilayah Nusantara Menyiapkan karya seni rupa buatan sendiri untuk pameran di kelas atau di sekolah Menata karya seni rupa buatan sendiri dalam bentuk pameran di kelas atau di sekolah

 

      1.  Buatlah peta konsep meliputi kompetensi dasar apresiasi seni dan ekspresi diri dengan mengambil  satuan kurun waktu satu semester dalam kurikulum SMP atau SMA yang berlaku.

 

BENDA SENI

SENIMAN

PUBLIK

Pengalaman Artistik

Pengalaman Estetik

PENGALAMAN SENI

NILAI NILAI SENI

Proses Kreasi

Proses Apresaiasi

 

       
   
 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

      1. Berdasarkan peta konsep tersebut cobalah diorganisasi materinya dan kemudian buatlah susunan kerangka materi dengan penjelasan singkatnya.

Pengalaman Estetik terhadap keindahan alam dan seni

Pengalaman artistik adalah pengalaman seni yang terjadi dalam proses pencipataan karya seni. Pengalaman ini dirasakan oleh seniman atau pencipta seni pada saat melakukan aktivitas artistik. Proses ini dinamakan proses kreatif.

 

Pengalaman estetik adalah pengalaman yang dirasakan oleh penikmat terhadap karya estetik (=dalam arti keindahan). Oleh karena itu menggunakan istilah estetik, dan konteksnya bisa ditujukan untuk penikmatan karya seni dan keindahan alam.

 

Pengalaman estetik terhadap benda seni dan alam adalah dua pengalaman yang berbeda tanggapan estetiknya. Maritain dalam bukunya Creative in Art and Poetry melukiskan pengalaman estetik sebagai berikut : “that intercommunication between inner being of thing and the inner being of humanself”.

Jika kita sedang menikmati alam di sekitar Tangkupan Parahu terasa seakan-akan kita luluh dengan alam sekitar. Kita terasa berada di luar diri kita. Kita terhanyut di dalam keindahan alam itu. Seolah-olah kita merasakan ekstatis (=berdiri di luar dirinya), terangkat jauh di atas kekerdilannya sendiri.

Alam dan manusia saling berinterpenetrasi. Kedua belah pihak saling meluluh tanpa kehilangan identitasnya. Manusia yang merasakan getaran keindahan alam mengadakan semacam identifikasi spiritual dengan alam itu, bahkan alam memasuki kalbunya. Dan sebaliknya manusia memasuki alam, merasakan keindahan alam itu sejauh alam mengandung unsur-unsur manusiawi.

 

Kita menikmati keindahan hamparan sawah di Pesisir Selatan atau hamparan hijau perkebunan teh di Langkisau merupakan kegiatan yang dilakukan tanpa tuntutan apapun.

Yang terpenting adalah kenikmatan dan kepuasan jiwa, karena alam telah menyegarkan pikiran dan perasaan. Bagi beberapa seniman, keindahan alam itu bisa menjadi salah satu rangsangan untuk berkarya seni.

 

Seniman yang memiliki kepekaan artistik, akan mengalami keharuan estetik atas realita alam.

Kemudian mengabadikan dan mengubah alam menjadi karya seni.

 

Seperti dicontohkan di atas, bahwa hasil penikmatan terhadap alam yang indah (karya Tuhan) dapat disebut pengalaman estetik. Pengalaman estetik terhadap alam dan karya seni merupakan dua pengalaman yang berbeda tanggapan estetiknya, karena keindahan alam dan karya seni memiliki karakteristik yang tidak sama.

 

Perbedaan tersebut adalah :

  1. Karya seni mengekspresikan gagasan dan perasaan, sedangkan alam tidak mengandung makna seperti itu.
  2. Dalam karya seni, orang dapat bertanya., Apa yang dapat dikatakan karya ini? atau, Apakah maksud karya ini?. Kita tidak pernah bertanya hal serupa ketika menyaksikan keindahan alam.
  3. Seni dapat meniru alam. Tetapi alam tidak mungkin meniru benda seni.
  4. Dalam alam kita dapat menerima keindahan tanpa kepentingan praktis-pragmatis dalam hidup ini.



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Online Support (Chat)

Masri


Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Tidak Ada Poling saat ini?
  Buat Poling
  Ok Deh

Komentar Terakhir

  • Lukmanul Hakim

    saya yakin PHP juga bisa bertahan sampai 2030 ...

    View Article
  • Eka Praja W

    makin parah aja nih ... mudah2n bisa berbenah negeri ku yg q banggakan ...

    View Article
  • Rizal Faizal

    asyik aja dehh... ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video