SETIAP GURU MEMBUTUHKAN BLOG
Guru harus memiliki Blog

By Masri 15 Nov 2018, 03:27:14 WIB Ruang Guru
SETIAP GURU MEMBUTUHKAN BLOG

Keterangan Gambar : Guru harus memiliki Blog


 

Kedengarannya seperti sesuatu yang WAH yang dikatakan oleh seseorang pada sebuah iklan.

Saya awalnya memulai blogging sehingga pendapat saya akan didengar. Namun, setelah beberapa waktu, saya melihat beberapa hasil yang tidak terduga.

Blogging memiliki beberapa efek samping yang kuat pada profesi saya, seperti halnya bentuk tulisan apa pun. Efek samping ini termasuk kejernihan pikiran, menambah kredibilitas, dan percakapan konstruktif.

Karena manfaat ini, pada tulisan kali ini saya beri judul "
SETIAP GURU MEMBUTUHKAN BLOG"

Mari kita simak:

1. Blogging membantu memperjelas keyakinan Anda
Menulis tidak menyatakan apa yang sudah Anda temukan. Menulis adalah menemukan apa yang Anda yakini. Proses penulisan dan pengeditan membantu memperjelas pemikiran Anda. Ketika Anda menulis, Anda akan mulai dengan semacam draft mentah, di mana Anda hanya membuang pemikiran Anda di atas kertas. Saat Anda mengedit, pikiran Anda menjadi lebih konkret. Melakukan hal ini secara teratur membantu menetapkan pengamatan saat ini dan menentukan apa yang diperlukan untuk tindakan di masa depan.

 

2. Blog memberi Anda kredibilitas Kebanyakan résumés membosankan. Bayangkan seorang majikan membaca ratusan potongan kertas yang tidak bermakna sampai mereka menemukan resume ANDA. Tulisan Anda jelas, ringkas, dan profesional karena Anda berlatih melalui blogging. Pada resume Anda, Anda memiliki situs web di mana para majikan melihat bahwa Anda telah mendokumentasikan pengamatan dan penelitian di ruang kelas selama berbulan-bulan. Anda memiliki artikel setelah artikel tentang apa yang Anda temukan. Ini menambah kredibilitas ke resume Anda dan menunjukkan bahwa Anda menganggap serius pekerjaan Anda.

 

3. Blogging menciptakan percakapan tentang pendidikan. Pendidikan membutuhkan kolaborasi antara siswa, guru, dan orang tua. Namun, melalui bisnis kehidupan, banyak pendidik dan orang tua merasa terputus. Blogging membantu menyelesaikan teka-teki itu. Anda dapat membagikan blog Anda dengan orang tua siswa Anda. Mereka akan belajar tentang perjuangan dan kemenangan Anda di kelas. Seiring waktu, mereka akan berinteraksi dengan tulisan Anda. Percakapan antara orang tua dan guru ini sangat penting untuk pendidikan yang sukses! Blogging juga menghubungkan pendidik. Melalui penelitian, media sosial, dan posting tamu Anda akan belajar tentang sumber daya yang telah membantu orang lain di kelas. Jika cukup banyak orang mulai terlibat dalam percakapan ini, hasilnya pasti akan menjadi perubahan positif.

4. Blogging mendokumentasikan pertumbuhan Anda.
Ketika saya kembali dan membaca beberapa blog saya yang lebih lama, saya menyadari bahwa beberapa ide saya keliru tentang kelas.

Itu bukan masalah.

Melihat kesalahan masa lalu saya adalah tanda pertumbuhan saya saat ini. Melalui blogging, Anda mendokumentasikan eksperimen kelas Anda, melihat kemajuan Anda sebagai guru, dan mengamati area yang perlu Anda tingkatkan.
5. Ini mengingatkan Anda tentang "mengapa" Anda.
Akan ada hari-hari ketika Anda bersemangat untuk mengajar, dan akan ada hari-hari ketika Anda benci mengajar. Itu adalah sifat pekerjaan apa pun. Ketika saya kembali dan membaca beberapa posting blog lama saya, saya teringat betapa saya suka mengajar. Saya teringat kehidupan para siswa yang telah berubah melalui pendidikan mereka. Saya diingatkan bahwa saya berperan dalam proses itu. Tanpa blogging, sebagian dari ingatan itu akan berkabut atau terlupakan paling buruk.
Kesimpulan:
Saya tidak bisa membayangkan mengajar tanpa blog. Setiap profesi membutuhkan dokumentasi penelitian secara teratur. Setiap profesi perlu menciptakan percakapan yang lebih besar, terutama profesi sama pentingnya dengan mengajar. Setiap guru layak mengingat pekerjaan yang telah mereka lakukan. Itulah mengapa saya akan berpegang pada klaim saya yang berani bahwa Setiap guru membutuhkan sebuah blog.

Terima kasih sudah membaca! Jika Anda menikmati artikel ini, pastikan untuk mengklik ikon yes untuk mengangkat jempol tangan agar orang lain akan melihatnya.



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment