Perguruan Tinggi

By Masri 10 Nov 2018, 02:26:47 WIB

Institusi pendidikan tinggi dikategorikan menjadi dua jenis: publik dan swasta. Keduanya diawasi oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Ada empat jenis institusi pendidikan tinggi: universitas, institut, akademi, dan politeknik.

Institusi pendidikan tinggi di Indonesia telah mengalami pertumbuhan dramatis sejak kemerdekaan. Pada tahun 1950 ada 10 lembaga pendidikan tinggi dengan total sekitar 6.500 siswa. Pada tahun 1970, 450 lembaga swasta dan negara mendaftarkan sekitar 237.000 siswa. Pada tahun 1990 ada 900 lembaga dengan sekitar 141.000 guru dan hampir 1,5 juta siswa. [12] Pada tahun 2009 ada 2.975 lembaga pendidikan tinggi dan lebih dari 4,2 juta siswa. Dari lembaga-lembaga ini, 3 persen adalah publik, dengan 57,1 persen dari pendaftaran siswa, dan 97 persen adalah pribadi, dengan 42,9 dari pendaftaran siswa. [12] Masuk ke universitas negeri tergantung pada ujian masuk nasional (SNMPTN dan SBMPTN). Meskipun subsidi pemerintah membiayai sekitar 80 hingga 90 persen anggaran negara-universitas, universitas memiliki lebih banyak otonomi dalam kurikulum dan struktur internal daripada sekolah dasar dan menengah.

Sedangkan, uang sekolah di lembaga-lembaga negara lebih terjangkau daripada biaya kuliah swasta, memungkinkan kehadiran siswa dari latar belakang yang relatif sederhana, gaji dosen rendah menurut standar internasional. Dosen sering memiliki pekerjaan lain di luar universitas untuk menambah upah mereka.

Perguruan tinggi swasta umumnya dioperasikan oleh yayasan. [12] Tidak seperti universitas negeri, lembaga swasta memiliki anggaran yang hampir sepenuhnya didorong biaya kuliah. Biaya pendaftaran sekali pakai (yang bisa tinggi) ditentukan pada saat masuk. Universitas dengan afiliasi keagamaan dapat menerima sumbangan atau hibah dari organisasi keagamaan. Pemerintah hanya menyediakan dukungan beasiswa terbatas untuk siswa yang ingin menghadiri universitas swasta.

Sebagian besar dari 6.000 mahasiswa asing yang belajar di universitas Indonesia berasal dari Malaysia. Secara khusus, mereka berada di bidang kedokteran, farmasi, sastra, humaniora, studi Islam, dan teknik. Mayoritas disponsori oleh pemerintah Malaysia. Para mahasiswa ini tersebar di seluruh Indonesia di hampir semua universitas negeri seperti Universitas Sumatera Utara, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung dan di lembaga-lembaga swasta seperti Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA).